Cangkruk Kaji Tema “Ramadan yang Merakyat”

Share

Temanggung, stainutmg.ac.id – Forum Cangkruk Secangkir Kopi Temanggung menggelar kegiatan pada Kamis malam (8/4/2021) di aula lantai 3 STAINU Temanggung. Forum Cangkruk pada kali ini mengusung tema "Ramadan yang Merakyat".

Dalam kesempatan itu, tuan rumah Ketua STAINU Temanggung menyambut baik dengan adanya forum tersebut. Pihaknya berharap agar kegiatan nanti dapat mewujudkan Ramadan yang benar-benar merakyat.

Hadir Bupati Temanggung H. Muhammad Al-Khadiq, Wakil Bupati Temanggung Drs. R Heri Ibnu Wibowo, Kapolres Temanggung AKBP Benny Setyowadi, S.I.K, M.Si., Komandan Kodim 0706/Temanggung Letkol Czi Kurniawan Hartanto, S.E, M.Han., Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Temanggung, KH. Ahmad Muhdzir, MM., Katib Syuriah PCNU Temanggung KH. Muhammad Syakur AH., MH., Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Temanggung Ir. Haryono, M.Si, Presiden Cangkruk H. Nur Maksun, Ketua Senat STAINU Temanggung Dr. H. Muh Baehaqi, dan pejabat lainnya.

Hadir pula sejumlah dosen dan tamu undangan dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Temanggung.

Diskusi forum Cangkruk dipimpin langsung Presiden Cangkruk H. Nur Makhsun. Di awal pengantarnya, ia mengatakan bahwa tema pertemuan itu adalah usul Bupati Temanggung. "Biasanya awal Ramadan ada banyak kegiatan tradisi Islam, kemudian banyak kegiatan ibadah di bulan suci Ramadan. Namun dengan masih adanya covid-19 semuanya masih terbatas," bebernya.

Dalam pengantarnya, Katib Syuriah PCNU Temanggung KH. Muhammad Syakur menyinggung bahwa Ramadan adalah momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah. Meski di tengah pandemi, pihaknya berharap pemerintah sebagai mursyidnya rakyat harus bisa menjembataninya. "Jadi mursyid itu tidak hanya dalam tariqah, namun pemerintah itu juga mursyid bagi rakyat. Maka ke depan perlu mengatur ibadah di bulan Ramadan," bebernya.

Wakil Ketua DPRD Temanggung, M Amin mengatakan bahwa peran pemerintah harus menjadi fasilitator yang baik. Khususnya di bulan Ramadan tahun ini. "Intervensi pemerintah hari ini segera meluncurkan program untuk menggerakkan ekonomi rakyat," katanya.

Komandan Kodim 0706/Temanggung Letkol Czi Kurniawan Hartanto, S.E, M.Han., menyampaikan harapannya dalam menyambut bulan Ramadan tahun ini. "Mudah-mudahan ibadah di bulan Ramadan ini lebih merakyat, menggerakkan lingkungan kita untuk lebih merakyat," harapnya.

Kapolres Temanggung AKBP Benny Setyowadi, S.I.K, M.Si., mengatakan bahwa perizinan ibadah di bulan Ramadan harus diperhatikan demi keamanan. "Kita bersama pemerintah memperbolehkan izin pelaksanaan ibadah Ramadan namun juga harus memperhatikan protokol kesehatan," bebernya.

Pihaknya juga merespon potensi kenaikan harga sembaki. "Polres sudan membentuk Satgas untuk menertibkan kenaikan harga bahan pokok dalam menyambut Ramadan. Laju kenaikan inflasi pada saat puasa dan lebaran akan kita kawal," katanya.

Kepala BPS Ir. Haryono, M.Si menginformasikan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 negatif yaitu 2,13 persen. Tingkat kemiskinan 2020 juga lebih negatif dibandingkan 2019. "Namun karena survei kami lakukan pada bulan Maret jadi angkanya juga belum maksimal," bebernya.

Kankemenag Temanggung KH. Ahmad Muhdzir menyebut bahwa Kemenag telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor SE. 03 Tahun 2021, berisi tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah/2021 M memang kontroversial. Namun kita harus melihatnya dengan maqasidussyariyah yang harus mengarah kepada moderasi beragama meski di tengah covid-19.

Pihaknya menyinggung tragedi pengeboman di Makassar beberapa waktu lalu bahwa puasa menjadi pencegah untuk bertindak yang radikal. "Puasa mengajarkan kita untuk berhenti makan. Makan terus tidak boleh, kalau puasa terus juga tidak boleh. Kita perlu moderat. Tidak mainstream kanan yang radikal dan mainstream kiri yang liberal. Inilah yang perlu kita sampaikan kepada masyarakat," bebernya.

Bupati Temanggung H. Muhammad Al-Khadiq mengatakan bahwa Cangkruk sebagaimana yang dilakukan dulu ya diskusinya seperti ini. "Diskusinya ngalor dan ngidul. Ya itulah cangkruk," katanya.

Dijelaskan pula, cangkruk itu tempat berkumpulnya aktivis, penggerak, kiai, santri, ada yang NU, ada yang Muhammadiyah, mahasiswa juga banyak yang ikut. Semua sama.

"Dengan pelaksanannya ibadah di bulan Ramadan ini efeknya berdampak pada rakyat. Berpuasa itu jalan menuju sesuatu yaitu takwa. Laallakum tattaqun. Inti takwa kan beriman kepada Allah, takut Allah, cinta kasih kepada sesama, melakukan sedekah dan seterusnya. Maka semua ibadah di Ramadan harus punya efek sosial. Maksudnya seperti itu," tegas dia.

Alhamdulillah, lanjut dia, tadi diumumkan status covid Temanggung warna kuning. "Warna kuning saya kita lebih posisi aman dan jangan sampai merah," bebernya.

Usai acara diskusi, acara diakhiri dengan doa yang dipimpin Dr. H. Muh. Baehaqi. Usai penutupan, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama. (*).

Add Comment