Dosen STAINU Jadi Delegasi Peserta Rakernas FKPT di Labuan Bajo

Share

Manggarai Barat, stainutmg.ac.id – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah mendelegasikan peserta dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) FKPT di Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa-Jumat (2-5/3/2021).

Salah satu peserta adalah dosen sekaligus Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan STAINU Temanggung yang menjabat sebagai Kabid Media Massa, Hukum dan Humas FKPT Jawa Tengah.

Delegasi dari FKPT Jawa Tengah meliputi Ahmad Rouf yang mewakili Ketua FKPT Jateng Prof Dr Syamsul Ma'arif, Kabid Agama, Sosial dan Budaya KH Hudallah Ridwan, Kabid Perempuan dan Anak Dra. Atiek Suniarti, M.Si., Kabid Pemuda dan Pendidikan Drs. Juli Joko Prihatmoko, M.Si., Kabid Pengkajian dan Penelitian H. Sukendar, Ph.D., dan Kabid Media Massa, Hukum dan Humas Hamidulloh Ibda, M.Pd.

Rakernas FKPT tersebut dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan Program Kegiatan Direktorat Pencegahan BNPT tahun anggaran 2021 yang dilaksanakan oleh Subdit Pemberdayaan Masyarakat akan melaksanakan kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) yang mengundang Pengurus FKPT dari 32 Provinsi se Indonesia.

Kepala BNPT Komjen. Pol. Dr. Drs. Boy Rafli Amar, M.H., dalam sambutannya mengatakan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan Rakernas dengan tema Kolaborasi untuk Indonesia di Labuan Bajo tersebut.

"Kita bersyukur dapat melaksanakan Rakernas di Labuan Bajo ini karena sudah direncanakan lama meskipun harus berbagi tempat karena pembatasan kegiatan dan protokol kesehatan. Tapi semuanya hadir di Labuan Bajo untuk melaksanakan Rakernas ini," katanya.

Anda semua ini, lanjutnya, adalah pejuang antiradikalisme intoleran. "Itulah yang senantiasa mewarnai nilai-nilai asing yang tidak sesuai dengan jatidiri bangsa ini. Karena sejatinya bangsa kita ini bangsa toleran, menghargai perbedaan, menghargai kemajemukan, damai, yang hari ini agak sedikit terganggu dengan adanya nilai asing yang menyebarkan faham radikal intoleran," lanjutnya. (*)

Add Comment