Lukman Hakim Janjikan 10 Paket Beasiswa untuk Kader PMII

Share

Temanggung, stainutmg.ac.id – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Temanggung menggelar acara sarasehan dalam memperingati harlah PMII ke 61 dengan mengundang Wakil Ketua II DPR RI/FPKB Lukman Hakim pada Sabtu sore (17/4/2021) di aula KBIHU Babussalam NU Temanggung.

Dalam kesempatan yang mengusung tema "Moderasi Beragama Dalam kacamata Pergerakan Mahasiswa" itu dihadiri puluhan aktivis PMII dan sivitas akademika STAINU Temanggung serta jajaran YAPTINU Temanggung.

Pihaknya menyampaikan bahwa moderasi agama sudah menjadi makanan sehari-hari bagi kaum pergerakan terkhusus warga Nahdliyin. "Setiap hari kita sudah mengapikasikan praktik-praktik dari moderasi beragama" tandas mantan Ketua PC PMII Salatiga tersebut.

Selain itu yang lebih penting lukman hakim juga menjanjikan paket beasiswa di STAINU Temanggung sebanyak 10 mahasiswa khusus kader PMII Kabupaten Temanggung. 

Menanggapi hal demikian, Khamim Syaifudin Mabincab PMII Kabupaten Temanggung menegaskan untuk segara ditindaklanjuti kepada sahabat-sahabat pengurus cabang, ia juga mengungkapkan sebuah apresiasi kepada sahabat Lukman Hakim yang memberikan motivasi kepada adik-adik yang masih berproses dengan mengapresiasi lewat paket beasiswa di STAINU Temanggung.

Sementara itu Ketua YAPTINU Temanggung H. Nur Makhsun mengapresiasi kegiatan mahasiswa yang tergabung dalam PMII. "Harapannya agar kemampuan dan kemauan berorganisasi menjadi modal sosial dalam membentuk sebagai jiwa kepemimpinan. Dan ke depan menjadi kader NU yang siap mengisi berbagai tempat strategis dalam birokrasi, legeslatif dan organisasi kemasyarakatan lainnya," beber dia. 

Ketua Tanfidziyah PCNU Temanggung KH. Muhammad Furqon menegaskan agar mahasiwa yang tergabung dalam PMII mampu menjadi garda terdepan dalam melestarikan nilai dan tradisi Ahlussunah Waljamaah.

Selanjutnya diharapkan meningkatkan kemampuan untuk berkonstribusi dalam Tashwirul Afkar untuk mengimbangi faham yang cenderung radikal dan intoleran. (Usman Mafrukhin).

Add Comment